Beranda > Teknologi > Dari Web 2.0 Menuju 3.0

Dari Web 2.0 Menuju 3.0


WWW merupakan papan pengumuman di dunia maya yang hanya dapat dibaca (read-only) oleh para user internet. Itu disebut dengan era Web  1.0. Kini Web 2.0 hadir sebagai pemecah kebekuan read only menjadi read write di WWW. Pada era ini pengguna dilibatkan secara aktif dalam membuat konten, yang sebelumnya di era web  1.0 hanya menampilkan berita, di era web 2.0 telah menambahkan fitur komentar agar pengunjung dapat memberikan pesweb3.0an atau opini mereka. Selain itu, kehadiran situs jejaring social (Facebook, Twitter, dll ) dan video sharing (You Tube) menambah semarak web 2.0. Kehadiran RIA (Rich Internet Application), cara menampilkan informasi melalui RSS (Really Simple Syndicated), serta akses ke WWW yang dapat dilakukan oleh beragam media seperti ponsel, smartphone merupakan penanda penting dalam Web 2.0.

WWW bukan hanya menyediakan aplikasi untuk dijalankan. melainkan platform untuk menjalankan aplikasi dari penggunanya. Bila web 1.0 bersifat read-only dan web 2.0 bersifat read-write maka web 3.0 paling tidak harus bersifat  read-write-execute. Web 3.0 akan mengijinkan user  mengubah tampilan bahkan resource website yang dikunjunginya. Bila pada web 2.0, user hanya dapat berpartisipasi pada pengembangan konten, pada web 3.0 user dapat menjalankan resource miliknya sendiri di WWW.

Web 3.0 akan berperan seperti operating system multiuser. Siapapun dapat menginstal dan menjalankan aplikasi yang berbeda pada web 3.0. Tentu saja selain menggunakan platform untuk menginstal dan menjalankan aplikasi. Web 3.0 juga tetap menyediakan konten yang lebih canggih dari era-era sebelumnya. Sebagai contoh era Web 3.0 :

Jika kita ingin pergi ke bioskop nonton film action dan setelah itu makan makanan siap saji, sebelumnya kita dapat membuka search engine dan mencari referensi yang kita ingankan tsb. Dapat melihat dan mengetahui jadwal tayang film di bioskop dan resensinya. Kita bisa saja membuka 3-5 website bahkan lebih sebelum memutuskan ke bioskop mana, dan film apa yang akan ditonton. Di era web 3.0 kita tidak perlu bersusah payah lagi merangkai informasi sendiri dari beberapa website. Cukup mengetikkan kalimat kunci contohnya : “Dimana saya akan menonton film action dan restoran siap saji disekitar kantor saya” pada search engine. Selanjutnya search engine akan menganalisis pertanyaan tsb dan memberikan saran dari pertanyaan yang kita ketikkan tadi.

Banyak ahli yang percaya kelak web browser web 3.0 akan semakin pintar, dan akan bertindak sebagai asisten pribadi. Ketika kita mengakses sesuatu di WWW, web browser akan mempelajari ketertarikan kita. Semakin sering mengakses di WWW, semakin banyak informasi yang dikumpulkan di web browser tentang apa yang kita sukai dan tidak disukai lalu merangkainya dalam sebuah database.

Kategori:Teknologi
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: